Soal 1: Surah manakah yang jumlah kalimatnya sama dengan seluruh jumlah surah Al-Qur'an?
Jawab: Surah at-Takwir.
Soal 2: Surah manakah yang dikenal dengan sebutan "jantung" Al-Qur'an?
Jawab: Surah Yasin.
Soal 3: Surah manakah yang dikenal dengan silsilah nasab Allah SWT?
Jawab: Surah al-Ikhlash.
Soal 4: Berapakah jumlah surah Al-Qur'an yang memiliki ayat sajdah wajib?
Jawab: Empat surah (as-Sajdah, Fushshilat, an-Najm dan al-'Alaq)
Soal 5: Surah manakah yang dikenal sebagai surah Imam Husain as?
Jawab: Surah al-Fajr.
Soal 6: Surah manakah yang memiliki nama yang sama dengan salah satu nama sungai di Iran?
Jawab: Surah an-Nur.
Soal 7: Berapa surah yang dimulai dengan ungkapan Alhamdulillâh?
Jawab: Lima surah (al-Fatihah, al-An'am, al-Kahfi, Saba ' dan Fathir).
Soal 8: Surah Al-Qur'an manakah yang memiliki sepuluh nama?
Jawab: Surah al-Fatihah.
Soal 9: Siapakah orang pertama yang menulis ilmu Tajwid?
Jawab: Abu 'Ubaid Qasim bin Salam.
Soal 10: Siapakah orang pertama yang telah menerjemahkan Al-Qur'an ke dalam bahasa Persia pada masa Rasulullah SAW?
Jawab: Salman al-Farisi.
Soal 11: Siapakah orang pertama yang meletakkan titik di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Abul Aswad ad-Du`ali.
Soal 12: Dalam ayat manakah kalimat Allah diulangi sebanyak enam kali?
Jawab: Surah al-Baqarah ayat 283.
Soal 13: Di dalam ayat manakah tata cara berwudhu dijelaskan?
Jawab: Surah al-Maidah ayat 6.
Soal 14: Di dalam surah manakah shalat lima waktu disebutkan?
Jawab: Surah al-Isra' ayat 78.
Soal 15: Di dalam surah manakah masalah wilayah disebutkan?
Jawab: Surah an-Nisa'.
Soal 16: Surah manakah berakhiran dengan huruf ra'?
Jawab: Surah al-Kautsar.
Soal 17: Surah manakah yang berhubungan dengan Imam Ali as?
Jawab: Surah al-'Adiyat.
Soal 18: Dalam kurun waktu berapa tahunkah surah-surah Madaniah diturunkan?
Jawab: Sepuluh tahun.
Soal 19: Siapakah dua figur wanita di dalam Al-Qur'an yang telah banyak mendapatkan sanjungan Ilahi?
Jawab: Siti Maryam dan Siti Asiyah, istri Fir'aun.
Soal 20: Surah Al-Qur'an manakah yang memiliki arti "wanita yang teruji"?
Jawab: Surah al-Mumtahanah.
Soal 22: Siapakah dua orang wanita yang telah dicela oleh Al-Qur'an?
Jawab: Istri Nabi Luth as dan istri Nabi Nuh as.
Soal 23: Siapakah wanita yang telah mendapatkan julukan "ath-Thayibah" (wanita yang berbudi baik) di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Siti Maryam.
Soal 24: Surah apakah yang terakhir diturunkan kepada Rasulullah saw?
Jawab: Surah al-Maidah ayat 3.
Soal 25: Berapa huruf, kalimat dan ayat yang dimiliki oleh ayat terakhir Al-Qur'an?
Jawab: 79 huruf, 20 kalimat dan 6 ayat.
Soal 26: Surah manakah yang terakhir diturunkan di Madinah?
Jawab: Surah al-Maidah.
Soal 27: Surah manakah yang diturunkan terakhir secara keseluruhan?
Jawab: Surah al-Ikhlash
Soal 28: Surah manakah yang terakhir diturunkan di Makkah?
Jawab: Surah ar-Rum.
Soal 29: Di surah manakah terdapat ayat hijab?
Jawab: Surah an-Nur ayat 31.
Soal 30: Ayat alhamdulillâh Robbil-'âlamîn disebutkan dalam berapa surah?
Jawab: Enam Surah (al-Fatihah, ash-Shafaat, al-Mukmin, az-Zumar, Yunus dan al-An'am)
Soal 31: Di dalam surah manakah disebutkan lima macam makanan?
Jawab: Surah al-Baqarah ayat 61.
Soal 32: Di dalam surah apakah Allah membicarakan mengenai diri-Nya?
Jawab: Surah al-Baqarah ayat 186.
Soal 33: Dalam berapa ayat Al-Qur'an Rasulullah saw disebutkan?
Jawab: Dalam 305 ayat.
Soal 34: Di dalam ayat manakah nama kelima nabi 'Ulul Azmi disebutkan?
Jawab: Surah al-Ahzab ayat 7.
Soal 35: Berapakah jumlah surah Al-Qur'an yang memiliki nama para nabi as?
Jawab: 6 surah (Muhammas, Ibrahim, Nuh, Hud, Yunus dan Yusuf).
Soal 36: Di dalam Al-Qur'an berapakah nabi yang disebut sebagai suri teladan yang baik?
Jawab: Dua nabi, yaitu Nabi Ibrahim as dan Nabi Muhammad saw.
Soal 37: Surah-surah apakah yang dinisbatkan kepada Rasulullah saw?
Jawab: Surah Thaha, Yasin, al-Muzzammil dan al-Muddatstsir.
Soal 38: Terdapat di dalam surah manakah Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Belqis?
Jawab: Surah Saba '.
Soal 39: Surah apakah yang pertama kali diturunkan?
Jawab: Surah al-'Alaq.
Soal 40: Berapakah ayat dan kalimat yang dimiliki oleh surah Al-Qur'an yang pertama kali diturunkan?
Jawab: 7 ayat dan 29 kalimat.
Soal 41: Surah manakah yang pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Persia ?
Jawab: Surah al-Fatihah.
Soal 42: Surah apakah yang pertama kali turun di Madinah?
Jawab: Surah al-Muthaffifin.
Soal 43: Terdapat di dalam manakah doa pertama Al-Qur'an?
Jawab: Surah al-Baqarah ayat 126.
Soal 44: Ayat apakah yang dibaca oleh kepala terpenggal Imam Husain as di kota Syam?
Jawab: Surah al-Kahfi ayat 9.
Soal 45: Berapa surahkah di dalam Al-Qur'an yang memiliki ayat sajdah?
Jawab: 4 surah..
Soal 46: Berapakah kalikah nama Rasulullah saw disebutkan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: 5 kali; 1 kali Ahmad dan 4 kali Muhammad.
Soal 47: Nama nabi manakah yang lebih sering disebutkan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Nabi Musa as.
Soal 48: Kisah Al-Qur'an manakah yang mendapatkan julukan Ahsan al-Qashsash (Kisah Terbaik)?
Jawab: Kisah Nabi Yusuf as.
Soal 49: Terdapat di dalam surah manakah kisah Isra' dan Mi'raj Rasulullah saw?
Jawab: Surah al-Isra'
Soal 50: Siapakah satu-satunya wanita yang disebutkan namanya di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Siti Maryam.
Soal 51: Surah manakah yang kaum wanita disarankan untuk banyak membacanya?
Jawab: Surah an-Nur.
Soal 53: Surah manakah yang turun berkenaan dengan Sayidah Fatimah az-Zahra as?
Jawab: Surah al-Kautsar.
Soal 54: Nama surah manakah yang berarti "kaum wanita"?
Jawab: Surah an-Nisa'.
Soal 55: Berapakah jumlah surah Al-Qur'an yang memiliki nama binatang?
Jawab: 5 surah, yaitu an-Nahl, al-'Ankabut, an-Naml, al-Baqarah dan al-Fil.
Soal 56: Burung apakah yang telah memusnahkan pasukan Abrahah?
Jawab: Burung Ababil.
Soal 57: Binatang apakah yang telah membinasakan Raja Namrud?
Jawab: Nyamuk.
Soal 58: Binatang apakah yang pernah mendapatkan wahyu?
Jawab: Lebah (an-Nahl ayat 68).
Soal 59: Siapakah orang-orang yang telah mengumpulkan Al-Qur'an pada zaman Rasulullah saw?
Jawab: Imam Ali as, Mu'adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit, Ubai bin Ka'b dan Abu Zaid Zaid bin Nu'man.
Soal 60: Siapakah orang pertama yang mengarang tafsir Al-Qur'an?
Jawab: Sa'id bin Jubair.
Soal 61: Siapakah orang pertama yang mengumpulkan Al-Qur'an?
Jawab: Imam Ali as.
Soal 62: Apakah minuman terbaik yang disebutkan oleh Al-Qur'an?
Jawab: Air susu.
Soal 63: Apakah binatang terkecil yang disebutkan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Nyamuk.
Soal 64: Apakah malam terbaik menurut pandangan Al-Qur'an?
Jawab: Malam Lailatul Qadr.
Soal 65: Apakah cara terbaik untuk membaca Al-Qur'an?
Jawab: Tartil.
Soal 66: Apakah kitab-kitab samawi yang diturunkan pada bulan Ramadhan?
Jawab: Al-Qur'an, Injil, Taurat, Zabur dan Shuhuf.
Soal 67: Buku apakah yang dikenal dengan sebutan Ukhtul Qur'an (Saudari Al-Qur'an)?
Jawab: Ash-Shahîfah as-Sajjâdiyah.
Soal 68: Siapakah di antara imam ma'shum as yang memiliki suara yang indah ketika membaca Al-Qur'an?
Jawab: Imam as-Sajjad as.
Soal 69: Surah apakah yang dikenal dengan sebutan "Jantung Al-Qur'an"?
Jawab: Surah Yasin.
Soal 70: Terletak di dalam surah apakah ayat Al-Qur'an yang paling pendek?
Jawab: Surah ar-Rahman, yaitu ayat yang berbunyi mudhâmmatân.
Soal 71: Apakah bulan yang terbaik menurut Al-Qur'an?
Jawab: Bulan Ramadhan.
Soal 72: Apakah ayat yang terpanjang di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Surah al-Baqarah ayat 282.
Soal 73: Terdapat di dalam surah manakan angka terbesar yang disebutkan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Angka 1000 di dalam surah ash-Shaffat ayat 137.
Soal 74: Kitab apakah yang dikenal dengan sebutan Akhul Qur'an (Saudara Al-Qur'an)?
Jawab: Nahjul Balaghah
Soal 75: Berapakah kitab samawi yang disebutkan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: 6 kitab samawi, yaitu Injil, Taurat, Zabur, Shuhuf Ibrahim, Shuhuf Musa dan Al-Qur'an.
Soal 76: Apakah huruf yang lebih sering digunakan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Huruf alif.
Soal 77: Apakah huruf yang lebih jarang digunakan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Huruf zha'.
Soal 78: Apakah kalmat Al-Qur'an yang terpanjang dan terdapat dalam surah apa?
Jawab: Fa`asqoinâkumû h yang terdapat di dalam surah al-Hijr.
Soal 79: Berapakah jumlah huruf yang dimiliki oleh surah Al-Qur'an yang terpanjang?
Jawab: 25.500 huruf.
Soal 80: Berapakah jumlah huruf yang dimiliki oleh surah Al-Qur'an yang terpendek?
Jawab: 42 huruf.
Soal 81: Di manakah surah pertama Al-Qur'an diturunkan?
Jawab: Di Makkah.
Soal 82: Terletak di manakah ayat pertama yang memiliki sujud wajib?
Jawab: Surah as-Sajdah.
Soal 83: Apakah surah pertama yang dimulai dengan kata "qul"?
Jawab: Surah al-Ikhlash..
Soal 84: Apakah ayat pertama yang akan dibaca oleh Imam Mahdi as ketika beliau muncul kembali?
Jawab: Surah Hud ayat 86.
Soal 85: Surah apakah yang dkenal dengan sebutan Raihânatul Qur'an?
Jawab: Surah Yasin.
Soal 86: Surah manakah yang dinisbatkan kepada para malaikat?
Jawab: Surah Fathir.
Soal 87: Dalam kurun waktu berapa tahunkah surah-surah Makiyah diturunkan?
Jawab: 13 tahun.
Soal 88: Apakah hiasan Al-Qur'an?
Jawab: Suara yang indah.
Soal 89: Apakah musim semi Al-Qur'an?
Jawab: Bulan Ramadhan.
Soal 90: Apakah zikir terbaik?
Jawab: Membaca Al-Qur'an.
Soal 91: Ayat apakah yang diulangi sebanyak sepuluh kali di dalam surah al-Mursalat?
Jawab: Ayat wailun(y) yaumaidzin lil mukadzdzibîn.
Soal 92: Terletak di dalam surah manakah perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah saw?
Jawab: Surah al-Ahzab ayat 56
Thursday, 8 September 2011
Wednesday, 7 September 2011
KETIKA MENANTI CINTA
Ketika embun masih menyelebungi si pagi, ketika sang mentari masih segan silu menampakkan wajah indah ciptaan-Nya dan ketika irama merdu alam terus memecah kesunyian si pagi, Abdullah Mifzal Audadi masih tetap setia bertasbih memuji nama Tuhan Yang Satu, Allah Ar-Rahman Ar-Rahim. Butir-butir cinta terus mengalir dari kelopak mata seorang hamba Allah yang begitu kerdil disisiNya.
Abdullah yang sebenarnya dihantui suatu perasaan yang membuat hatinya tidak tenteram, yang membuat hatinya kadang-kadang terbang menerawang di awan-awan yang tidak pasti dimana penghujungnya. Titik permasalahan ini ialah Abdullah ketika ini masih mengharapkan dan sentiasa berharap agar dia dan Nur Mardhiah, gadis yang diminatinya suatu hari nanti akan disatukan dengan ikatan cinta yang halal. Meskipun begitu, dia perlu masih menunggu sehingga saat itu tiba dan ketika menunggu saat itu hatinya dilanda kerisauan, takut-takut bunga pujaan nya itu dipetik orang dan yang lebih membuatkan lagi dia takut bunga nya itu dengan rela dipetik orang lain selain dirinya..
Usai bermunajat dan beribadah kepada-Nya, Abdullah membaca sebuah kisah yang terkandung di dalam buku yang dibelinya semalam. Kisah itu benar-benar mengetuk hati Abdullah. ia mengisahkan tentang..
Seorang lelaki memasuki sebuah masjid bukan pada waktu solat, lalu ia menjumpai seorang anak kecil berusia sepuluh tahun sedang melaksanakan solat dengan khusyu'. Ia menunggu hingga anak kecil itu menyelesaikan solatnya, kemudian orang itu mendekatinya dan bertanya.
"Anak siapa wahai anakku?" anak kecil itu menggeleng-gelengkan kepalanya dan menitiskan air mata dipipinya. Kemudian ia mengangkat kepalanya dan berkata, "Wahai pak cik, saya seoranag anak yatim piatu."
Lelaki itu tersentuh sekali hatinya dan berkata, "Mahukah kamu menjadi anak angkatku?"
Anak kecil itu berkata, "Apakah jika aku lapar engkau akan memberiku makanan?" Orang itu menjawab "Ya!!"
Anak kecil itu bertanya lagi,"Apakah jika aku tidak mempunyai pakaian, engkau akan memberiku pakaian?"Orang itu mengangguk dan mengatakan, "Ya!!"
Anak kecil itu bertanya lagi, "Apakah engkau akan menyembuhkanku jika aku sakit?" Orang itu menjawab, "Wahai anakku,aku tidak dapat melakukan itu"
Anak kecil itu bertanya lagi, "Apakah engkau akan menghidupkan ku bila aku mati?" Orang itu menggelengkan kepala. "Aku juga tidak sanggup"
Akhirnya anak itu berkata, "Kalau demikian wahai pak cik,serahkanlah diriku kepada:"Tuhan yang telah menciptakan aku,maka Dialah yang menunjukkan hidayah kepadaku, dan Tuhanku yang Dia memberi makanan dan minum kepadaku dan apabila aku sakit Dialah yang menyembuhkan aku, dan yang akan mematikan aku kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan yang amat ku inginkan akan mengampuni keslahanku pada hari kiamat"
(Surah As-Syu'ara' : 78-82)
Lelaki itu pun diam dan pergi meneruskan urusannya, sedang anak kecil itu berkata, "Aku beriman kepada Allah. Barangsiapa bertwakal kepada Allah nescaya Dia akan memberi kecukupan kepadanya."
Begitulah kisah anak seorang ank kecil yatim piatu yang begitu kuat pergantungannya pada Allah dan begitu tinggi keyakinannya pada kekuasaan dan ketentuan Allah. Dia merasakan cukup hanya Allah tempat dia bergantung dan bertawakal. Sedangkan anak kecil ini begitu yakin akan ketentuan Allah tapi kita sndiri sering takut dan terfikir adakah akan ada rezeki untuk kita pada hari ni, esok dan seterusnya?
Hati Abdullah merintih dengan sebuah penyesalan, dirinya begitu malu dengan kisah anak yatim yang begitu hebat pergantungannya pada Allah itu. Hatinya ditebak perasaan sangat-sangat bersalah, dia tahu bahwa dirinya selama ini seolah-olah mempersoalkan ketentuan illahi, dia kerap memikirkan masa depannya bersama Nur Mardhiah yang sebenarnya bagaikan bayang-bayang yang tiada jaminan untuk muncul sebagai kenyataan. Dia menyesal dan tekad untuk bertawakal sepenuhnya kepada Allah mengenai "harapan masa depan" nya itu namun hati kecilnya utuh mengaharap Allah jodohkan mereka berdua. kisah anak yatim itu benar-benar mengajarkannya erti kesabaran, tawakal dan redha akan setiap jalan takdir yang telah ditentukan oleh-Nya..
Lantas.. jari-jari Abdullah terus mencoretkan sebuah luahan hati di dalam diarinya..
Andai kau tahu. aku juga harap kau tahu.
Aku mengharapkanmu menjadi teman hidupku
Namun aku tidak boleh menjamin apa-apa.
Bukan aku yang menulis di lauh mafuz sana. tapi DIA.
DIA ,Allah yang menjadikan dirimu dan diriku, di tanganNya itu sudah tertulis takdir kita yang kita tidak ketahui.
InsyaAllah Jodoh tidak akan lari jika sudah memang ditakdirkan kita bersama
Biarpun beribu bidadari datang melamar ku,
InsyaAllah dirimu tetap untukku,
Jika itu yang Allah kehendaki.
Jodoh itu seperti rezeki.
Dan ku amat berharap dirimulah akan menjadi rezeki terindah dari Allah buatku..
Namun ku insan yang tiada daya dan upaya melainkan kekuatan yang segalanya datang dariNya
Ku mohon sungguh Ya Allah,
Kuatkanlah imanku dan imannya..
Jika dia benar untukku,
Maka dekatkanlah hatiku dengan hatinya di jalan Mu,
Jika dia bukan untukku,
damaikanlah hatiku dengan ketentuan Mu
Coretan hatinya itu benar-benar membuatkan hatinya tenang. Sungguh, bertawakal kepada Allah adalah jalan terbaik untuk keluar daripada kekusutan dan kerisauan.
"Barang sesiapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (bagi permasalahan yang menimpa mereka). Dan juga memberikannya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. " (At-Talaq : 3)
Engkau Cantik Tau
Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya “Mengapa engkau menangis?”
“Kerana aku seorang wanita”, kata sang ibu kepadanya.
“Aku tidak mengerti”, kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, “Dan kau tak akan pernah mengerti”
Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”
“Semua wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu membesar menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita suka menangis.
Akhirnya ia mendapat petunjuk dari Tuhan,
Antara bisikan yang didengarinya adalah:
- “Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan “
- “Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya “
- “Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh “
- “Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya “
- “Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya “
- “Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya utk berada di sisi suaminya tanpa ragu “
- “Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan walaupun kadangkala dia tidak memerlukannya.”
Tahukah kamu:
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yg dikenakannya, susuk yg ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorg wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya – tempat di mana cinta itu ada.
Setiap Wanita itu Cantik
Ehem, Gambar Muslimahkah Itu?
Terkadang bila melayari facebook dan weblog rakan-rakan, saya merasa hairan melihat sesetengah facebook dan weblog muslimah yang bertudung dan yang menutup aurat; mereka tidak segan silu pula untuk memaparkan gambar masing-masing.
Tiadalah terlalu salah untuk memaparkan gambar anda wahai muslimah sekalian, namun sayangnya anda terlupa bahawa gambar yang anda letak itu adalah gambar sebesar skrin 17 inci! Setiap butir jerawat dan bulu halus di muka anda terpampang rapi!
Tidaklah tujuan saya mengaibkan kalian. Saya adalah rakan kamu yang enggan melihat wajah-wajah itu dipaparkan sewenang-wenangnya kepada orang. Biarpun wajah bukan aurat mengikut sesetengah mazhab, namun tatkala fitnah mengundang, tidakkah ia melayakkan ia ditutup dari pandangan umum?
Muslimahku, dunia internet semakin berkembang maju. Satu hari mungkin berjuta-juta orang yang melihatnya.
Dikalangan mereka, ada yang bagus; yang menundukkan pandangan selaras firman Allah dalam Surah An-Nur yang bermaksud:
"Katakanlah (Wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki Yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah amat mendalam pengetahuan-Nya tentang apa Yang mereka kerjakan."
Hati Yang Sakit Bertambah Sakit.. Kasihanilah Masyarakat..
Namun, kita harus akui bahawa di kalangan jutaan orang itu, ada yang hatinya sakit, ada yang jiwanya perit menanggung kesakitan akibat terlihat wajah-wajah kamu biarpun kamu bertudung litup.
Muslimahku, kalau kita lihat dunia gambar bukan main maju lagi. Dahulu, cuma setakat kamera yang perlu dicuci gambarnya. Kini, telefon juga menjadi kamera. Kamera pula lebih dahsyat, lebih pantas; sesegera mee segera.
Alangkah malangnya andai wajah-wajah yang terpamer itu mengundang gejolak rasa di jiwa insan bernama lelaki. Lelaki yang mantap imannya akan beristighfar dan memujuk hati, manakala yang sakit jiwanya akan mula mengganggu anda. Mula memburu anda dengan SMS, telefon, hatta mungkin mendekati anda, dengan tujuan memiliki anda... untuk menikahi anda tidak mengapa, tetapi jika sekadar mahu memuaskan nafsu?
Hanya kerana satu kesilapan yang mungkin anda tidak terniat, wajah anda terpampang besar di internet! Gambar adalah bayangan realiti. Namun mungkin ia juga fantasi. Kadangkala tertipu juga lelaki pada fantasi Photoshop, Fireworks dan seribu satu pengedit gambar lagi. Kalau itu memang tujuan anda, anda tanggung sendirilah. Tapi kalau niat anda cuma berkongsi dan dengan perkongsian itu, secara tanpa sedar mengajak fitnah bertandang, maka amaran saya, berhati-hatilah!
Jalan Penyelesaian?
Andalah sahaja yang mampu menyelesaikannya. Bukan orang lain. Diri anda, andalah yang harus menjaganya.
Apa tujuan anda bertudung dan menutup aurat? Bukankah kehendak syariat dan ingin menutup pandangan orang kepadamu? Maka, soalan saya, menundukkan pandangan bukan kehendak syariatkah? Adakah memaparkan wajah anda besar-besar menutup pandangan orang terhadap andakah?
Banyak cara boleh dilakukan menggunakan perisian pengedit gambar. Belajarlah daripada yang tahu. Hindarkanlah aksi-aksi dan posing-posing yang hanya akan menambahkan lagi kerosakan jiwa masyarakat. Sekiranya niat anda hanya ingin berkongsi dengan rakan muslimah anda, lakukanlah secara tertutup. Elakkan perkongsian atau posting yang boleh dilihat oleh segala macam jenis orang. Kalau lebih mudah, anda kirim saja emel bergambar kepada rakan muslimah anda itu.
Ingat, wajah anda adalah anugerah Allah SWT.
Anugerah Allah itu hanya layak dilihat berkali-kali oleh yang layak sahaja.
Selamat bermujahadah sahabat muslimahku!
Kisah Cinta Facebook
Kehadapan suamiku yang aku cintai kerana Allah... hari ni genap setahun aku mengenali dirimu... walaupun melalui Facebook, kita mesra... seolah-olah sudah lama mengenali... rupa-rupanya kamu adalah senior di sekolah dulu...
Mungkin kita pernah bersua, berselisih jalan, beratur di barisan yang sama 10 tahun lepas... namun, siapa sangka siapa menduga... perkenalan yang tidak pernah terjadi 10 tahun lepas... menemukan jodoh kita...
Alhamdulillah... kita ditemukan dengan kemajuan teknologi... melalui Facebook... di bulan syawal... perkenalan yang tidak dirancang...
"Salam... pernah ke kita bersua? Kenapa awak add saya?"
Aku menjawab : "Gerak hati?? Tak tahu nak kata... saya masih di Selangor... awak ni senior sekolah dulu kan?"
"Saya kerja dengan *****. Macam susuh je nak terangkan. Boleh faham ke? Hehe. Jadi, kena panggil abang senior la ni?"
Kami bertukar cerita... dalam 24jam... Kami telah bertukar nombor telefon; berborak dan mendengar suara.
Hanya selepas 3 hari berkenalan, kami berjumpa.
26 September 2009 tarikh keramat.
Di bawah sepohon pokok besar dihadapan rumah sorang kenalan....
Aku bersama kereta aku menunggu penuh debaran disitu... menunggu dia keluar...
Aku gementar... takut juga kalau diperdaya... pengalaman lalu mengajar aku berwaspada...
Aku bersama kereta aku menunggu penuh debaran disitu... menunggu dia keluar...
Aku gementar... takut juga kalau diperdaya... pengalaman lalu mengajar aku berwaspada...
Soalan pertama yang aku tanya, "mana lesen?"
Maka dia pun menunjukkan lesen international nya( dia baru pulang dari belajar dan bekerja di England)... aku dengan selamba bertanya...
"Mana lesennya? Ini kad pengenalan antarabangsa.."
Dia menjawab dengan yakin, "ada dalam chip tu."
Tidak ku sangka itu lah pertanyaan pertama yang tidak begitu romantis... di pertemuan pertama... dia dengan tenang memasuki kereta dan memanduku ke kedai makan berhampiran...
Kami duduk dan bersembang.. sambil aku minum milo dan dia bersama roti canai kegemarannya... selesai disitu... aku membawanya pulang ke rumah untuk dikenalkan kepada keluarga... dia berborak sambil menonton perlawanan bola bersama abang-abangku...
Tanggal 5 Disember 2009, aku dirisik... kemudian kami bertunang pada 1 Januari 2010 dan alhamdulillah bernikah pada 13 Jun 2010...
Segalanya pantas... namun aku bersyukur dipertemukan jodoh dengan dia...
Kini aku bergelar isterinya... akan aku abadikan segalanya untuk suamiku...
Aku ingin menjadi permaisuri yang bertahta di hati dan jiwanya sepanjang usia hayatnya.
Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sebaik-baik isteri itu ialah yang dapat menenangkan kamu apabila kamu melihatnya dan taat kepada kamu apabila kamu perintah dan memelihara dirinya dan menjaga hartamu apabila kamu tiada."
Rasulullah s.a.w. bersabda: "Setiap wanita itu adalah pengurus sebuah rumahtangga suaminya dan akan ditanyakan hal urusan itu." Rasulullah s.a.w. bersabda: "Isteri yang mulia ini merupakan sesuatu yang terbaik di antara segala yang bermanfaat di dunia."
Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya wanita yang baik itu adalah wanita yang beranak, besar cintanya, pemegang rahsia, berjiwa kesatria terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan suaminya dan perintahnya, dan apabila bersendirian dengan suaminya, dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya itu."
Sesungguhnya perkahwinan ataupun rumahtangga itu bukanlah sesuatu yang boleh dipandang remeh atau yang boleh dipermain-mainkan. Ia adalah suatu ikatan yang menghalalkan yang haram sebelumnya.
Ia memerlukan persefahaman, tolak ansur, saling mempercayai, tolong-menolong, kasih mengasihi seikhlas hati dan sebagainya.
Tanpa itu semua, mana bisa dua jiwa yang berlainan sifat dan sikap mampu mengharungi sebuah kehidupan yang penuh dengan dugaan ini bersama-sama. Ia amat mustahil sekali.
Semoga perkenalan di Facebook kekal hingga ke syurga.. aku berdoa kepada-Mu ya Allah.. "kekalkan jodoh ku bersama suamiku hingga ke syurga... jadikan lah aku bidadari suami ku di akhirat nanti..."
Ikhlas dari,
Isteri yang menyayangimu...
- Artikel iluvislam.com
Isteri yang menyayangimu...
Sembunyikanlah Wajahmu Wahai Muslimah
Kadangkala, tika diri ini mengenangkan minda dari memikir2 perkara yg rumit ataupon merehatkan minda dari kerja rumah yg melelahkan, terlihat lah akan individu2 yg menyatakan diri mereka Muslimah meletakkan gambar2 mereka pada page mereka.. tidak kiralah samada di Friendster, Myspace,facebook mahupon blog sekalipun.. tidak lupa juga bg mereka yg menggunakan ym sebagai medium perhubungan... terbit rasa hairan di dalam hati ini.. dimanakah perginya rasa segan mereka..? tiadakah terbit rasa malu di hati mereka..?
Ada Apa Dengan Gambar?
Baiklah... ana rase mungkin ramai yg membaca perkara ini merasa pelik..? Mungkin juga masing2 sudah memasang ayat bagaimana mahu melawan apa yang ana taipkan selepas ini.. ana amatlah berharap antunna (khususnya) semua membuka pintu hati masing2 tanpa dpaksa dan bersedia untuk menerima apa yg ana mahu perkatakan selepas ini...
Ana mulakan dengan persoalan..Perlukah diupload gambar untuk totonan umum..? Mengapa..??
1.Supaya orang yg x kenal aku pon boleh kenal aku.
2.Supaya orang yg dh kenal aku boleh melihat aku selalu.
3.Supaya friendster aku jd kunjungan ramai...sbb ape..?dan byk lagi ana rase....
Kerana Gambarmu itu Begitu Berharga
Sedarlah wahai Muslimah... tidakkah kamu merasakan gambarmu itu sungguh berharga..? Adakah kamu fikir wajahmu diciptakan semata2 untuk pandangan umum..?? Tak salah rasanya jika ana mengatakan ramai yg bangga meletakkan gambar dgn niat mahu mempertontonkan kecantikan yg telah dikurniakan Allah kpdnya..Adakah kamu fikir kebarangkalian gambarmu itu dijadikan bahan bg Muslim meruntuhkan IMAN mereka..? Sanggupkah kamu dituduh sebagai peruntuh keimanan seorang Muslim..?? Dikira 'beruntunglah' jika begitu.. tidak kurang juga yg hanya menjadi modal umpatan bg lelaki2 yg mengenali kamu..? Adakah kamu tahu apa yang mereka bualkan dibelakang kamu..? Jika kamu tahu, cuak kamu nk mengupload gambar kamu di alam maya ini..
Diingatkanlah juga kpd kamu bahawa kemudahan sekarang semakin canggih hari demi hari...Tidakkah kamu igt bahawa gambar2 di alam maya ini boleh di'save' dgn sng dgn hanya menekan bahagian kanan tetikus dan mengelik pd Save As sahaja boleh menjadikan gambarmu itu diabadikan di dlm komputer sang lelaki... Apa yang perlu dirisaukan sebenarnya bagi mereka yg mmg mahukan kecantikan mereka ditunjuk2..?INGAT..!! dengan kemudahan sekarang.. dgn mudah gambarmu itu di'edit' oleh mereka yg tidak bertanggungjwab dengan menggunakan Photoshop,Fireworks, dan lain2.. Hanya dengan satu kesilapan sahaja, jangan terkejut jika gambarmu secara tiba2 terpampang besar pd skrin website yg tidak sepatutnya.... Adakah ketika itu kamu mampu lg berbangga..? Apa yg mampu anda lakukan ketika itu..?? Hanya merintih x tentu pasal sahaja atas kesilapan yg dilakukan olehmu sendiri...
Muslimah Dan Gambar
Perlu ana tekan kan di sini bahawa ana bukanlah musuh2 kamu semua, bukanlah mahu mengaibkan ataupon menghentam antunna semua.. tp ana adalah saudara seislam mu yg enggan melihat wajah2mu menjadi tontonan umum... tidak rela melihat mukamu dipaparkan sewenang2nya di alam maya.. Meskipun antunna sudah lengkap menutup auratmu..namun tatkala fitnah mengundang, muka tetap dikategorikan sebagai aurat ..
Sanggupkah kamu dituduh sebagai peruntuh keimanan seorang lelaki..? Perosak ketaqwaan seorang Muslim..?? dan lebih teruk lg menjadi Mata Panah Syaitan...
Sedarlah muslimah/akhowat.. sudah tiba masanya antunna sedar bahawa wajahmu itu hanya Halal dilihat berkali2 oleh mereka yg btol2 layak sahaja.. tidak perlulah berbangga dgn apa ygtelah Allah anugerahkan kpdmu dgn menggunakanya sbgi Mata Panahan kpd syaitan..Na'uzubillah..!! Jika kamu semua tetap tidak mahu membuang gambarmu dr alam maya ini dgn seribu satu alasan... hanya satu pesan ana... BERHATI2LAH...!!
Peringatan!!!!jgn kamu m`upload gmbar temanmu tanpa p`getahuan & keizinannya....krn kmungkinan kamu tdk tahu
bhawa temanmu itu tdak suka gmbarnya d pertontonkan oleh org ramai.......krn kamu..dia mnjadi mgsa
kamu turut mndpt dosa.........
Perkongsian daripada Group 'cinta ALLAH&RASULULLAH'
semalu pun tahu malu. kamu ?
Pada suatu hari, Rasulullah s.a.w berjalan-jalan bersama puteri
baginda, Saidatina Fatimah r.a. Setibanya mereka berdua di
bawah sebatang pohon tamar, Fatimah terpijak pohon semalu,
kakinya berdarah lalu mengadu kesakitan.
Fatimah mengatakan kepada bapanya apalah gunanya pohon semalu
itu berada di situ dengan nada yang sedikit marah. Rasulullah
dengan tenang berkata kepada puteri kesayangannya itu
bahawasanya pohon semalu itu amat berkait rapat dengan wanita.
Fatimah terkejut. Rasulullah menyambung kata-katanya lagi. Para
wanita hendaklah mengambil pengajaran daripada pohon semalu ini
dari 4 aspek.
Pertama, pohon semalu akan kuncup apabila disentuh. Ini boleh
diibaratkan bahawa wanita perlu mempunyai perasaan malu (pada
tempatnya).
Kedua, semalu mempunyai duri yang tajam untuk mempertahankan
dirinya. Oleh itu, wa nita perlu tahu mempertahankan diri dan
maruah sebagai seorang wanita muslim.
Ketiga, semalu juga mempunyai akar tunjang yang sangat kuat dan
mencengkam bumi. Ini bermakna wanita solehah hendaklah
mempunyai keterikatan yang sangat kuat dengan Allah Rabbul Alamin.
Dan akhir sekali, semalu akan kuncup dengan sendirinya apabila
senja menjelang. Oleh itu, para wanita sekalian, kembalilah ke
rumahmu apabila waktu semakin senja.
Ambillah pengajaran dari semalu walau pun ia hanya sepohon
tumbuhan yang kecil.
renung-renungkan dan selamat beramal
Hidup Kadang-kadang Ada Sakit. =)
Sakit memang tak 'best'.Siapa yang suka sakit,kan?Kalau boleh,hari-hari kita nak sihat,nak hepi macam kanak-kanak riang(tapi dah dewasa,tak boleh buat perangai macam kanak-kanak.Tak elok tu).
Lumrah kehidupan,hidup tak selalunya sihat.Kalau tak dijadikan 'sakit',kita takkan hargai erti 'sihat'.Bila kita sakit,baru kita sedar,
"Waktu sihat ari tu,aku selalu ponteng puasa.Bila sakit,baru ingat nak balik semula ke pangkal jalan."
"Time' aku sihat dulu,aku takde buat kerja kebaikan ni,Asyik nak kutuk orang je hari-hari.Bila jatuh sakit,barulah sedar yang banyak kesilapan aku buat dulu-dulu."
Cuba lihat contoh-contoh di atas,itulah pentingnya ada 'sakit' kat dalam hidup kita.Kadang-kadang,sakit yang kita alami itulah yang akan kembali membawa kita menjadi insan yang lebih baik;Berubah ke arah yang lebih baik dan tak nakal-nakal lagi.
Mungkin bila kita jatuh sakit juga,Allah ampunkan dosa-dosa kita dan sebagai wasilah untuk meningkatkan darjat kita di sisiNya.Itulah hikmahnya dijadikan sakit,walaupun tak best,tapi yang tak best itulah memberi banyak kebaikan kepada kita....Ya,kebanyakan perkara yang selalu buat kita sedih,yang membuat kita kecewa,yang membuat kita menangis,yang membuat kita menderita.....itulah yang selalu menjadi pembuka pintu kebahagiaan.....realitinya selalu begitu.
Sakit,musibah,atau apa saja bala mendidik kita untuk menjadi sabar,tabah dan menghargai kehidupan ini;menyatakan bahawa dalam hidup ini kena selalu bersyukur sebab segala nikmat dan kebahagiaan itu terletak dalam mensyukuri setiap pemberianNya kepada kita...
"Kalau manusia tidak pernah diuji dengan sakit dan pedih,maka ia akan menjadi manusia ujub dan sombong.Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku.Kerana itu,musibah dalam bentuk apapun adalah rahmat Allah yang disiramkan kepadanya,yang akan membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya.Itulah ubat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah untuk setiap orang beriman.Ketika ia menjadi bersih dan suci kerana penyakitnya,maka martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan.Pahalanya pun berlimpah-limpah apabila penyakit yang menimpa dirinya diterimanya dengan sabar dan ridha."
[Ibn Qayyim]
Semoga kita termasuk di dalam golongan hamba-hambaNya yang selalu bersyukur di atas segala nikmat dan kurniaanNya....sakit itu nikmat pada hakikatnya;untuk mendidik nafsu ke arah kebaikan kerana nafsu selalu suka pada perkara-perkara yang menyenangkan sedangkan kebanyakan perkara yang senang-senang itu selalu menjadi jalan kepada keburukan,dan kebanyakan perkara yang pahit-pahit itu selalu menjadi jalan kepada kebaikan.
'To get what you love,you must first be patient with what you hate'
[Imam Al Ghazali]
"Pukulan seseorang kekasih,bukanlah menzalimi"
[Imam Sahl ibn Abdullah at-Tusturi,radhiyaLlahu anhu]
Fb:hazanutz Slay
(pengurus editor ilmi-islam)
NAK BERCINTA? MUJAHADAHLAH SIKIT, INGAT ALLAH !!
Perkongsian :
“Akh, ana rasa ana ada masalah hatilah. Nak buat macam mana?”
“Tukarlah hati baru.”
“Hati baru? Antum ni berlawak ke?”
“Ei. Betul lah. Cuba tengok muka ana, serius tak?” sambil mengerut dahi dan menahan gelak.
+++
“Akh, antum mesti pernah dengar kata-kata Imam al-Ghazali apa dia kan?”
"Yang mana?”
“Ha nampak! Banyak sangat hafal sampai tanya yang mana satu.. Haha.”
“Heh, terajang karang.”
“Hehe.. ok ok. Macam ni. Kenapa ana kata antum kena cari hati baru, sebab hati lama antum tu antum sendiri mengaku ada problem. Benda-benda yang bermasalah ni janganlah disimpan lama-lama akh, jadi barah karang payah pula. Buang je jauh-jauh. Pastu, minta hati yang baru dengan Allah. Kata Imam al-Ghazali,
“Carilah hatimu di tiga tempat:
1) ketika membaca al-Qur'an
2) ketika solat
3) ketika mengingat kematian.
Jika di tiga tempat tersebut engkau belum menemukan hatimu, maka mohonlah kepada Allah untuk memberimu hati, sebab engkau sedang tidak mempunyainya!”
[Imam al-Ghazali]
“Itu ana dah try dah.”
“So? Masih tak ada hati lagi?”
“Entah lah.”
“Ok akhi, baik antum cerita sikit, apa masalah yang sebenarnya ni? Antum nak nikah ke?”
“Hehe. Lebih kurang lah.”
“Ha?! Betulkah?”
“Tidak lah. Tapi, lebih kuranglah.”
“Err.. Ana tak faham.”
+++
“Ana sebenarnya ada kenal dengan seorang budak perempuan ni. Kami..”
“Hah!! Couple?!”
“Eh. Rileks dulu. Tak habis cerita lagi..”
“Oh.. Ok ok. Teruskan bercerita.’
“Kami kenal tahun lepas. Masa pertandingan debat dekat sekola dia. Tapi, kenal-kenal gitu je lah. Tak ada apa-apa pun. Cuma sejak kebelakangan ni kami selalu berhubung. Itu yang ana risau ni.”
“Risau part yang mana? Debat?”
“Heh. Bukan debatlah! Ana risau sebab kami dah semakin kerap berhubung.”
“Akh, kalau antum berhubung itu atas sebab alasan yang syar’ie, tak ada masalah. Yang jadi masalah itu apabila antum dengan dia berhubung, mesej-mesej benda yang tidak penting. Sebab benda ni mungkin kecil akh, tapi ianya tetap akan membuka ruang dan peluang untuk antum berzina dengan dia. Hoho. Ekstrim gila analogi.”
“Hmm.. kami tak couple pun. Mesej pun macam mesej dengan member je. Gelak-gelak. Buat lawak. Tak ada pun mesej yang jiwang-jiwang.”
“Hmm.. Ok, tak kisahlah apa yang antum buat dengan dia. Ana nak tanya satu benda. Apa manfaatnya antum buat benda ni?”
“…”
“Adakah antum menjadi lebih beriman? Ana rasa tidak., sebab antum sendiri dah mengaku antum ada masalah hati.”
“Tapi, kami selalulah juga tukar-tukar mesej bagi tazkirah. Kejutkan subuh. Solat.”
“Hah. Lagi berat ni..”
“Kenapa?”
“Antum suka kat dia?”
“Kena jawab kah soalan ni?”
“Heh. Sukalah tu. Akhi, ana harap antum dapat istighfar cepat-cepat. Mohon ampun pada Allah.”
“Ana tak faham..”
“Mohon ampun pada Allah sebab dalam hati antum sekarang ni telah wujudnya cinta yang lain selain Allah. Itu sangat bahaya, akhi..”
+++
“Akh, salahkah sukakan seorang perempuan.”
“Ana quote kata-kata Ustaz Emran je lah mudah..”
"Cinta itu tidak berdosa tetapi manusia yang bercinta itulah yang membuat dosa jadi bezakanlah antara cinta dan perbuatan manusia ketika bercinta. Oleh itu nasihat saya buat mereka yang jatuh cinta atau sedang mencintai seseorang maka jadikanlah cinta anda itu sebagai cinta yang membuahkan pahala. Orang yang beriman apabila mencintai seseorang maka orang yang dicintai itu akan mendapat kebaikan daripada keimanannya!"
[Emran bin Ahmad]
“Maknanya?”
“Cinta itu fitrah, akhi. Dan Islam itu bukanlah agama yang mengharamkan fitrah. Gila apa nak haramkan fitrah manusia.”
"Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga).”
[QS Ali ‘Imran, 3:14]
“Tapi, Islam itu turun semata-mata untuk menyempurnakan akhlak, menetapkan sesuatu peraturan agar sesuatu yang bernilai dan sangat berharga itu tidaklah dicemari dengan kekhilafan serta kebodohan manusia macam kita ni.”
“…”
“Nak menyukai seorang wanita itu tidak ada masalah. Tapi, antum kena ingat. Hidup kita ini ibadah. Cinta itu juga ibadah. Maka ibadah kehidupan ini akan menjadi lebih indah jika dihiaskan dengan ibadah cinta yang benar. Jadi akhi, janganlah kita campuri ibadah yang sangat indah itu tadi dengan nilai-nilai kemaksiatan.”
“Tapi, kami tak couple..”
“Antum selalu messaging dia kan?”
“Ya.”
“Call?”
“Kadang-kadang..”
“Antum ada perasaan kat dia?”
“Sikit.”
“Sikit?? Ok, tak pe, dan dia juga seolah-oleh melakukan hal yang sama pada antum. Betul kan?”
“Err..”
“Betulkan?”
“Ya lah kot.”
“Itu couplelah namanya.”
“Kenapa pula?”
“Dari sudut pandang ana, couple ini apabila seorang lelaki dan seorang itu berhubungan untuk hal-hal yang tidak penting atau tidak perlu. Mereka mungkin chatting, messaging macam kawan biasa, tetapi lambat laun yakinlah bahawa mereka itu nanti akan terjerumus dalam perangkap yang mungkin mereka sendiri tidak merasakan itu sebagai perangakap. Sebab perbuatan dosa dan maksiat itu sangat indah. Terutamanya apabila syaitan sudah menjadi tangan yang mengatur, bukan lagi iman yang menjadi percaturan.”
“Dan demikian Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, iaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, nescaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dengan apa yang mereka ada-adakan.”
[QS Al-An’am, 6:112]
“Syaitan dalam bentuk jin mahupun kawan-kawan kita ni akan sentiasa berusaha membisikkan perkataan yang indah sebagai tipuan, akhi. Dan antum tanyakan dalam diri antum sendiri. Adakah antum termasuk dalam golongan-golongan mereka yang tertipu sekarang ni.”
“…”
“Aku bukan couple, tak declare pun. Aku tak jumpa dia pun, setakat suka-suka je mesej-mesej gitu. Macam-macam lagilah alasan yang akan diilhamkan syaitan kepada kita nanti demi untuk membenarkan perbuatan yang salah itu.”
“Tapi, kami tak ada apa-apa pun.”
“Kalau benar tak ada apa-apa, maka antum kena pastikan antum benar-benar tak ada apa-apa dengan dia lagi lah lepas ni. Tak ada mesej-mesej. Tanya khabar masih boleh, tapi setakat itu sahaja. Tambahan, dia duduk kat Perlis, antum Perak. Huh, tak ada keperluan yang mendesak pun ana rasa yang boleh dibincangkan bersama. Dua-dua masih sekolah lagi tu. Nak SPM lak tu. Adeh.”
“Hmm..”
+++
“Akh, tanyakan semula pada diri antum. Siapa sebenarnya cinta dalam diri antum? Kalau benar Allah. Cuba tanyakan lagi, adakah antum dah cukup berbuat demi membuktikan cinta antum pada Dia. Kalau sudah. Tanyakan lagi, kenapa antum perlu mencintai Dia?”
“….”
“Selesaikan dahulu urusan cinta antum dengan Allah. Insya-Allah, Allah akan selesaikan urusan cinta kita di dunia ni.”
“Tapi, nanti dia kecil hati pula. Kata ana sombonglah, kolot. Atau dia nak pi bunuh diri ke nanti. Macam mana?”
“Antum nak biar dia kecil hati dengan antum, atau antum nak biar Allah yang kecil hati dengan antum? Lagi satu, akhi. Kalau benar sekalipun Islam ini agama yang kolot dan ketinggalan zaman, maka ana bangga menjadi orang yang kolot dan ketinggalan zaman. Kerana ianya agama dari Allah. Dia nak bunuh diri? Biar jelah, itu masalah dia. Jangan dia bunuh antum sudah. Hehe.”
“…”
“Hehe. Rileks.. Hisab balik diri antum. Antum kat mana sebenarnya ni? Bersihkan balik diri antum. Dekatkan semula diri antum dengan Allah.”
+++
“Ok lah akh, Islam agama yang mudah. Jadi, kalau antum benar-benar nak bercouple juga. Cuba tengok surah yang ke-24, ayat ke-32.”
“Dan nikahkanlah orang-orang yang bujang di antara kamu, dan orang-orang yang layak (bernikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”
[QS an-Nuur, 24:32]
“Alah, nikah ke?”
“Kalau tak nak nikah, antum kena tengok pula kepada surah ke-24 juga, ayat ke-30.”
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman. Agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
[QS an-Nuur, 24:30]
“Heh. Sama je..”
“Maka antum kena jaga pandangan antum. Baik pandangan lahir melalui mata. Mahupun pandangan secara halus melalui hati antum. Kalau tak nak juga, berbalik kepada step pertama tadi. Surah ke-24, ayat ke-32.”
"Beratlah, akh."
"Alah. Macam budak-budak kecil. Mujahadah lah sikit!"
"Tiada seorang Muslim yang melihat wanita lalu dia memejamkan matanya, melainkan ALLAH swt akan memberi pada rasa lezat beribadah di hatinya."
[HR Ahmad dan Al-Tabrani]
renung-renungkan dan selamat beramal !
Kalau Hati Baik, Wajah Sentiasa Cantik
"Mengapa dia tidak faham rintihan hati aku?" keluh seorang sahabat rapat kepada saya.
"Bukan aku tidak cinta, tetapi tolonglah berhias diri,"tambahnya lagi.
"Mengapa? Teruji sangatkah?"
"Apa tidaknya... di pejabat aku berdepan dengan berbagai-bagai wanita. Semuanya berhias dan berwangi-wangian."
"Kau menjaga pandangan?"
"Bukan sahaja pandangan tetapi penciuman. Dunia akhir zaman, kau bukan tidak tahu."
"Ya, Iman kita sering teruji," balas saya, seakan-akan menumpang keluhannya.
"Yang aku hairan tu, isteri aku ni bukan tidak cantik, cantik. Tapi entahlah, sekarang ni semakin hilang moodnya untuk menjaga diri."
"Kita dah semakin berusia. Apa lagi yang kita cari dalam hidup ini," pujuk saya untuk meredakannya.
"Tetapi itu bukan alasan untuk dia tidak menjaga diri. Kita sebagai suami sering diuji, setidak-tidaknya berilah sedikit bantuan untuk kita hadapi ujian itu."
Saya senyum. 'Bantuan' yang dimaksudkannya membawa pelbagai tafsiran.
"Kau yang mesti mulakan dulu, insya-Allah isteri akan mengikut nanti," cadang saya.
"Ya, aku dah mulakan. Mudah-mudahan dia dapat 'signal' tu..."
"Amin."
Saya termenung memikirkan 'masalah kecil' yang kekadang boleh mencetuskan masalah besar itu. Sepanjang pergaulan saya telah ramai suami yang saya temui mengeluh tentang sikap isteri yang malas berhias.
"Apa guna, kita dah tua."
"Alah, awak ni tumpu ibadat lah."
"Dah tua buat cara tua."
Itulah antara alasan yang kerap kita dengar daripada para isteri.
Ramai suami yang baik, tidak memilih jalan singkat dan jahat untuk menyelesaikan masalah seperti menyimpan perempuan simpanan, pelacuran dan sebagainya. Ada juga yang ingin mencari jalan baik ( seperti poligami) tetapi tidak berapa berani berdepan dengan isteri. Ada juga yang terus memendam rasa seperti sahabat rapat saya itu.
"Tak berani poligami?" Dia menggeleng kepala.
"Tak ada calon ke?" saya mengusik lagi.
"Ramai..."
Memang saya lihat pada usia awal 40-an dia tambah segak dan bergaya.
"Habis kenapa?"
Dia diam. Saya renung wajah sahabat saya yang begitu akrab sejak dahulu. Dia memang lelaki baik, berakhlak dan begitu rapi menjaga ibadah-ibadah khusus dan sunat.
"Aku sayang isteri aku. Sangat sayang. Aku tidak mahu hatinya terguris atau tercalar. Aku kenal dia. Walaupun mungkin dia tidak memberontak, tetapi kalau aku berpoligami dia pasti terluka."
"Kau sudah berterus terang dengannya?"
"Tentang apa, tentang poligami?"
"Bukanlah. Tapi tentang sikapnya yang malas berhias dan bersolek tu?"
"Aku takut melukakannya."
"Tak mengapalah kalau begitu, biar kau terluka, jangan dia terluka," saya berkata dengan nada sinis.
Dia faham maksud saya.
"Aku sedang mencari jalan berterus-terang," dia mengaku juga akhirnya.
"Aku sedang mencari jalan berterus-terang," dia mengaku juga akhirnya.
"Tak payah susah-susah. Katakan padanya dia cantik, tetapi kalau berhias lebih cantik..."
"Lagi?"
"Katakan kepadanya, berhias itu ibadah bagi seorang isteri. Jadi, bila kita yakin berhias itu ibadah, tak kiralah dia telah tua ke atau masih muda, cantik atau buruk, dia kena berhias. Dapat pahala, walaupun tak jadi cantik, atau tak jadi muda semua," saya senyum.
Kemudian ketawa. Pada masa yang sama saya teringat apa yang dipaparkan oleh media massa bagaimana 'ayam-ayam' tua (pelacur-pelacur tua) yang terus cuba menghias diri untuk menarik pelanggan-pelanggan mereka. Mereka ini berhias untuk membuat dosa. Lalu apa salahnya isteri-isteri yang sudah berusia terus berhias bagi menarik hati suami mereka, berhias untuk mendapat pahala? Salahkah?
Mencari kecantikan isteri, bukan isteri yang cantik.
"Kita para suami pun banyak juga salahnya," kata saya.
"Kita tak berhias?"
"Itu satu daripadanya. Tapi ada yang lebih salah daripada itu," tambah saya lagi.
"Salah bagaimana?"
"Salah kita kerana kita masih mencari isteri yang cantik bukan kecantikan isteri!"
"Dalam makna kata-kata kau tu..."
"Tak juga. Sepatutnya, pada usia-usia begini fokus kita lebih kepada kecantikan isteri. Di mana kecantikan sejati mereka selama ini."
"Pada aku tak susah. Pada hati mereka. Pada jasa dan budi yang selama ini dicurahkan untuk kita demi membina sebuah keluarga."
"Ya, jangan tengok pada kulit wajah yang luntur tetapi lihat pada jasa yang ditabur. Bukan pada matanya yang sudah kehilangan sinar, tetapi lihat pada kesetiaan yang tidak pernah pudar. Itulah kecantikan seorang isteri walaupun mungkin dia bukan isteri yang cantik."
"Kau telah luahkan apa yang sebenarnya aku rasakan. Itulah yang aku maksudkan tadi, aku tak sanggup berpoligami kerana terlalu kasihkannya."
"Kasih ke kasihan?" saya menguji.
"Kasihan tak bertahan lama. Tetapi aku bertahan bertahun-tahun. Aku kasih, bukan kasihan."
Tongkat 'muhasabah diri' vs tongkat Ali
"Relaks, aku bergurau. Tetapi ada benarnya kalau isteri katakan bahawa kita telah tua."
"Relaks, aku bergurau. Tetapi ada benarnya kalau isteri katakan bahawa kita telah tua."
"Maksud kau?"
"Bila kita sedar kita telah tua, kita akan lebih serius dan lajukan pecutan hati menuju Allah! Bukan masanya untuk berlalai-lalai lagi."
" Ya, aku teringat kisah Imam Safie. Ketika usianya mencecah 40 tahun, dia terus memakai tongkat. Ketika muridnya bertanya kenapa? Kau tahu apa jawabnya?"
Saya diam.
"Beliau berkata, aku ingatkan diriku dengan tongkat ini bahawa usiaku sudah di penghujung, bukan masanya lagi untuk berlengah, tetapi untuk menambah pecutan dalam ibadah menuju Allah."
Saya diam. Terus termenung. Imam Safie, tak silap saya wafat pada usia awal 50-an. Tepat sungguh firasatnya. Insya-Allah, jalannya menuju Allah sentiasa diredhai.
"Kalau kita seserius Imam Safie, insya-Allah, kita boleh hadapi masalah isteri tidak berhias ini. Kita akan cari kecantikannya yang abadi untuk sama-sama memecut jalan menuju Ilahi..." tegas sahabat saya itu.
"Kita tidak akan lagi diganggu-gugat oleh godaan kecantikan dari luar yang menguji Iman. Kita juga tidak akan dikecewakan oleh pudarnya satu kecantikan dari dalam yang mengganggu kesetiaan."
"Ya, kalau kita baik, isteri pun akan baik. Bila hati baik, kita akan cantik selama-lamanya!"
Ironinya, ramai suami yang telah berusia masih belum sedar hakikat ini. Seperti Imam Safie, pada usia-usia begini ramai suami yang mula mencari tongkat. Sayangnya, bukan 'tongkat muhasabah diri' tetapi 'tongkat Ali!'
Subscribe to:
Comments (Atom)





